Mengulik Fenomena Menangis Saat Mengupas Bawang

By On Selasa, Mei 1st, 2018 Categories : Kesehatan Mata

Braito.co.id – Bukan telenovela, bukan pula film romansa Indonesia. Tapi mengapa bawang bisa membuat pria paling tangguh sedunia meneteskan air mata? Itulah pertanyaan yang sering muncul di pikiran manusia. Banyak di antara Sahabat Braito yang masih belum memahami, mengapa sayuran berwarna merah keunguan tersebut bisa menyebabkan air mata meleleh di pipi.Mengulik Fenomena Menangis Saat Mengupas Bawang - Mengulik Fenomena Menangis Saat Mengupas Bawang

Budaya ‘menangisi’ bawang ini sudah terjadi sejak berabad-abad yang lalu, mengingat sayuran tersebut merupakan salah satu bahan masakan tertua di dunia yang pernah ditemukan manusia. Selain berguna untuk masakan, bawang juga bisa dijadikan sebagai obat-obatan dan terbukti efektif untuk membantu manusia menghadapi penyakit flu, diabetes, sakit jantung, pengeroposan tulang (osteoporosis), menurunkan panas, hingga bisa digunakan sebagai pencegahan kanker. Bawang juga sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan pencernaan, menurunkan kadar gula dalam darah, serta sangat bermanfaat bagi kardiovaskular.

Namun di samping manfaatnya yang begitu besar bagi kesehatan manusia, ternyata masih ada saja yang khawatir saat berhadapan langsung dengan bawang. Hal ini karena bawang selalu bikin mata pedih ketika dipotong untuk dipakai sebagai bumbu masakan. Yang menyebabkan orang menangis bukan karena meratapi nasib si bawang, melainkan terjadinya reaksi kimia ketika bagian-bagiannya terbelah oleh bilah pisau.

Bagaimana reaksi kimia itu terjadi? Yuk, pelajari bersama-sama.

Sama seperti makhluk hidup lainnya, bawang terdiri dari banyak sel yang menyatu. Sel-sel tersebut dipisahkan menjadi dua bagian oleh sebuah membran. Pada satu sisi membran tersebut terdapat enzim, sementar di sisi lainnya terdiri dari senyawa sulfur.

Nah, ketika Sahabat Braito memotong bawang, ada bagian-bagian sel yang pecah, membuat dua senyawa bersatu. Enzim yang menyentuh senyawa sulfur dan asam amino sulfoxides kemudian menghasilkan reaksi kimia. Proses yang begitu indah dan kompleks ini kemudian membentuk asam sulfenik dan diubah menjadi gas propanethial S-Oxide yang menguap dan mencapai mata.

Tidak berhenti sampai di situ, gas tersebut kembali bereaksi ketika bercampur dengan cairan mata sehingga membentuk asam sulfat ringan. Inilah yang membuat mata terasa pedih dan seperti tersengat. Karena mata merasa terancam, dikeluarkanlah air mata untuk mengencerkan asam, yang membuat sang pemotong bawang menangis. Jadi jangan heran kalau ada istilah “nangis bombay,” Sahabat Braito.

Beberapa cara untuk mengatasi iritasi mata akibat memotong bawang ini adalah:

Pakai Kacamata

Ada saran yang agak lucu bagi pecinta memasak, gunakan kacamata saat memotong bawang. Bila terlalu khawatir, pakai saja kacamata renang karena tidak memberikan celah sedikit pun bagi gas hasil reaksi kimia bawang untuk memasuki mata.

Jaga Jarak yang Aman

Cara lain untuk mencegah iritasi akibat memotong bawang adalah dengan menjaga jarak sejauh mungkin. Mungkin cara ini akan sedikit menyulitkan Sahabat Braito karena lengan harus direntangkan sepanjang mungkin.

Simpan Bawang di Dalam Kulkas

Ketika bawang diiris dalam suhu tertentu, gas yang dilepaskan juga lebih minimal sehingga menekan efek iritasi dari gas yang dihasilkan bawang.

Memotong di Air Mengalir

Cara terakhir adalah dengan mengupas dan memotong bawang di air yang mengalir, seperti di bawah keran wastafel yang menyala.

Tapi ada satu hal yang paling penting, yaitu menyediakan Braito Original di samping Sahabat Braito saat mengupas bawang. Braito Original memiliki formula khusus Tetrahydrozoline Hydrochloride yang mampu meredakan iritasi mata ringan akibat kupasan bawang, debu, asap, rokok, asap kendaraan, berenang, mengendarai sepeda motor, alergi, membaca, menonton televisi atau komputer, dan lensa kontak.

Mengulik Fenomena Menangis Saat Mengupas Bawang | Admin | 4.5