07 Okt 2017

Waspada, Hiperteroid Bisa Sebabkan Kebutaan!

Seperti organ tubuh lainnya, mata pun juga rentan diserang oleh berbagai penyakit.

Braito.co.id - Mata adalah jendela dunia. Dengan mata, manusia berkembang dan terus maju hingga seperti sekarang. Dengan mata, manusia juga terus memacu potensinya, menyerap berbagai ilmu dan membuat yang mustahil menjadi ada.

Sayangnya, seperti organ tubuh lainnya, mata pun juga rentan diserang oleh berbagai penyakit. Mulai dari iritasi mata ringan hingga yang mengancam kebutaan. Kalau sakit mata ringan, jangan lupa teteskan Braito Original, ya. Obat tetes mata dengan kandungan Tetrahydrozoline Hydrochloride  0,05%  ini berkhasiat mengatasi gangguan gejala iritasi mata, seperti mata perih, mata gatal, atau mata perih akibat debu, asap, polusi kendaraan, olahraga berenang, hingga akibat penggunaan lensa kontak. Cukup 1-2 tetes, 2-3 kali sehari, Braito Original meredakan sakit mata dan memulihkan pandangan seperti sedia kala. Namun, bila sakit mata berlanjut, segera pergi ke dokter mata untuk mendapatkan perawatan yang lebih tepat.

Di sisi lain, ada juga penyakit mata yang dapat menyebabkan kebutaan. Salah satunya adalah penyakit hipertiroid. Penyakit ini dapat mengancam hilangnya daya penglihatan lho, Sahabat Braito.

Dalam satu kesempatan, mungkin Sahabat Braito pernah bertemu dengan seseorang dengan kondisi mata yang kurang wajar. Keadaannya terlihat menonjol dan hampir copot bila dibandingkan dengan mata normal. Kondisi inilah yang disebut sebagai hiperteroid.

“Mata melotot pada orang yang hipertiroid itu bagian putih yang berada di atas kornea mata (yang berwarna hitam) benar-benar terlihat jelas,” terang dr. Farid Kurniawan, Sp.PD., ahli endokrin Fakultas Kedokteran UI-RS Cipto Mangunkusumo.

“Kalau orang normal bagian putih di atas kornea mata tidak begitu terlihat," lanjutnya.

Ia mengatakan bahwa hiperteroid bisa membuat kornea mata mengering. Apalagi kalau mata kesulitan untuk menutup.

“Lama-lama penglihatan menurun dan bisa berisiko tinggi mengalami kebutaan,” terang pria ini.

Farid memberikan peringatan bahwa hiperteroid pantang dianggap remeh. Tanpa ditangani oleh tangan para ahli, ancaman kebutaan akan dengan mudah menghampiri. Dokter mata akan berusaha untuk menormalkan kembali hormon tiroid. Dengan terapi obat, diharapkan penglihatan individu bisa normal kembali. Maka dari itu Sahabat Braito, mari investasikan kesehatan matamu sejak awal, ya.



Hak Cipta : KapanLagi Network