06 Okt 2017

Penggila Gadget, Perlukah Memakai Kacamata Khusus?

Di balik manfaat besar gadget bagi kehidupan manusia, ada dampak negatif yang ditinggalkan dan berpotensi mengganggu kesehatan mata.

Braito.co.id - Manusia jaman sekarang pasti tak bisa lepas dari gadget. Mulai dari kota hingga desa, daerah pesisir hingga pegunungan tinggi, hampir semuanya menggunakan perangkat komunikasi genggam nan pintar. Dari kotak dengan layar berpendar itu, seseorang bisa melakukan berbagai hal. Memantau harga pasar, belanja online, beli tiket, main game, bahkan mengatur jadwal tidur. Tak heran kalau sejak bangun tidur hingga jelang istirahat malam, gadget hampir selalu berada dalam genggaman.

Namun di balik manfaat besar gadget bagi kehidupan manusia, ada dampak negatif yang ditinggalkan dan berpotensi mengganggu kesehatan mata. Contohnya, sindrom mata lelah, salah satu gangguan mata ringan akibat gadget. Akibatnya, mata terasa kering dan tidak nyaman, terutama saat berkedip.

Nah, untuk gejala mata kering ini, selalu sediakan Braito Tears di dekat Sahabat Braito. Obat tetes mata dengan formula Hydroxy Propyl Methyl Cellulose 0,3% ini cepat mengatasi mata lelah akibat terlalu lama melihat layar gadget dan televisi. Gunakan 1-2 tetes, 2-3 kali sehari pada kedua mata. Cairan Braito Tears berfungsi membantu mengembalikan kelembapan, sekaligus menyejukkan mata. Namun bila rasa tidak nyaman tetap terasa setelah beberapa kali penggunaan Braito Tears, segera periksakan ke dokter mata terdekat.

Selain mata lelah, pendaran layar smartphone, laptop, atau komputer ternyata juga berpotensi memicu gangguan penglihatan yang lebih parah ketimbang mata lelah. dr. Ikhsan Revino, Sp. M., dari Klinik Spesialis Mata, SMEC, Jakarta berpendapat bahwa manusia sebenarnya memaksa mata untuk bekerja keras ketika terlalu sering melihat gadget. Bila terus dipaksa, muncullah dampak-dampak, seperti mata terasa kering, sering berkedip, hingga munculnya sakit kepala yang merembet hingga ke bagian tengkuk.

Tidak ada larangan bagi manusia untuk menjauhi gadget. Asalkan dengan penggunaan yang benar, kesehatan mata akan tetap terjaga. dr. Rini Mahendrastari Singgih, DSM, dari Klinik Mahendra Indonesia berpendapat bahwa sebaiknya memberikan batas waktu bagi mata untuk berhadapan dengan gadget, yaitu 14 jam per minggu.

Selain itu, sebagai generasi millennial yang aktif dan mengandalkan gadget sebagai bagian dari kehidupannya, penggunaan kacamata khusus akan membantu meminimalisir dampak sinar biru yang dipendarkan layar gadget terhadap mata.

Budhi Santoso, Managing Director Polycore Indonesia, perusahaan distributor lensa kacamata khusus gadget, mengatakan bahwa energi sinar biru yang dirilis gadget itu sama bahayanya dengan sinar UV yang dipancarkan matahari. Untuk itu dibutuhkan lensa anti radiasi yang dapat menangkal pendaran sinar radiasi dari kedua sisi lensa. Lensa ini memiliki beberapa lapisan, yaitu lapisan logam, lapisan anti silau, lapisan keras dan tahan air, dan beberapa lapisan lain yang berfungsi mencegah listrik statis dan tahan air, anti-fouling pada saat yang bersamaan.

Mungkin sudah saatnya Sahabat Braito yang gemar bermain gadget untuk memiliki sebuah kacamata khusus penangkal sinar radiasi dari layar gadget. Tak ada salahnya berinvestasi untuk masa depan, menjaga kesehatan mata mulai sekarang hingga lanjut usia.



Hak Cipta : KapanLagi Network