07 Nov 2017

Mengenal Fakoemulsifikasi, Inovasi Baru Tangani Katarak

Dalam proses operasi tersebut, setelah dianestesi, mata penderita katarak akan tiga kali disayat ahli bedah, tepatnya pada bagian kornea.

Braito.co.id - Katarak adalah masalah besar bagi Asia Tenggara, khususnya Indonesia. Dalam setahun, ratusan ribu kasus katarak muncul dan menghantui para penduduk di kawasan benua Asia yang hijau ini. Salah satu penyebabnya adalah karena faktor usia yang tak lagi muda.

Dr. dr. Ike Sumantri, Sp. M(K). dari Jakarta Eye Center mengemukakan bahwa katarak terjadi saat lensa mata seseorang semakin keruh. Seperti yang Sahabat Braito ketahui bahwa lensa mata terdiri dari air dan protein. Ketika umur manusia semakin bertambah, dan sistem metabolisme menurun, air pada lensa kualitasnya memburuk dan menyebabkan katarak.

Beruntung, katarak bukanlah gangguan mata yang sulit untuk ditangani. Dengan semakin berkembangnya teknologi kedokteran, semakin banyak pula cara untuk sembuh dari sakit mata ini. Salah satu yang terbaru dan populer di masyarakat adalah prosedur fakoemulsifikasi.

Kontributor Foxnewshealth, Dr. Manny Alvarez mengatakan bahwa fakoemulsifikasi adalah teknik operasi katarak yang memakai alat khusus, yaitu laser katarak. Dalam proses operasi tersebut, setelah dianestesi, mata penderita katarak akan tiga kali disayat ahli bedah, tepatnya pada bagian kornea. Setelah itu, lensa yang keruh akan disedot keluar melalui sayatan. Sebagai gantinya, lensa intraokuler, yang terbuat dari akrilik, plastik, atau silikon, ditanamkan pada mata.

Nah, saking kecilnya sayatan, menurut Dr. Manny, mata pasien tak perlu dijahit. Dokter mungkin akan memberikan resep obat yang menunjang proses penyembuhan mata, sekaligus mencegah infeksi. Dengan perawatan yang teratur, bola mata akan kembali sehat seperti sedia kala.

Begitu mudah dan sederhana. Kini mengobati katarak sama mudahnya seperti ketika mata terkena iritasi mata ringan akibat debu, panas matahari, air laut, atau polusi udara. Bedanya, apabila katarak dapat disembuhkan dengan fakoemulsifikasi, maka sakit mata ringan hanya perlu diberikan Braito Original. Gunakan 1-2 tetes Braito Original, 2-3 kali sehari pada mata yang teriritasi.

Dengan formula Tetrahydrozoline Hydrochloride 0,05%, Braito Original bekerja efektif meredakan iritasi mata, sekaligus menyegarkan mata. Tapi ingat, bila gangguan berlanjut setelah beberapa hari penggunaan tetes mata, segera kunjungi dokter mata terdekat untuk mendapatkan diagnosa dan pengobatan yang tepat.

 



Hak Cipta : KapanLagi Network