06 Des 2017

Menakar Waktu Ideal Melihat Gawai Dalam Sehari

Sifat adiktif yang begitu kuat bisa memicu dampak-dampak negatif bila tidak digunakan secara bijaksana.

Braito.co.id - Smartphone di zaman sekarang itu ibarat orang tua. Keberadaannya selalu didambakan setiap waktu, 24 jam sehari, 365 hari setahun. Bahkan ada sebagian orang yang terkena candu gawai, terasa tidak nyaman bila tidak menggenggamnya.

Walaupun diciptakan untuk memudahkan aktivitas manusia, orang harus mengerti batasan waktu yang baik dalam menggunakan gawai. Sifat adiktif yang begitu kuat bisa memicu dampak-dampak negatif bila tidak digunakan secara bijaksana, terutama bila digunakan oleh anak-anak.

Penggunaan Gawai untuk Anak-Anak di Bawah Enam Tahun

Ajeng Raviando, konsultan psikologi dan hipnoterapi dari Daya Insani, mengatakan bahwa pembatasan gawai itu sangat perlu dilakukan sejak dini. Orang tua harus bijak ketika mereka pertama kali memberikan gadget kepada si kecil. Bagi bayi usia 0-2 tahun sepantasnya tak dikenalkan dulu pada gadget karena sinar biru pada layar yang bisa berbahaya bagi perkembangan otak mereka. Batasan ini bukan hanya untuk smartphone, tapi juga perangkat-perangkat elektronik dengan layar berpendar, seperti ponsel, tablet, komputer, serta televisi.

Berlanjut untuk anak usia 2-6 tahun sebaiknya hanya diberi waktu mengenal gawai, maksimal satu tahun. Ajeng berpendapat bahwa anak-anak di bawah enam tahun memerlukan perkembangan sistem motorik kasar dan halus yang sangat banyak, seperti lari-lari, berjalan, bermain, dan berbagai aktivitas fisik. Pemberian gadget dikhawatirkan akan membuat aktivitasnya berkurang.

“Makanya penggunaan gadget (pada anak usia 2-6 tahun) harus sangat dibatasi," jelas Ajeng.

Pemakaian Gawai untuk Anak Usia Enam Tahun ke Atas

Bila si kecil berusia lebih dari enam tahun, batasi pemakaian gawai maksimal dua jam sehari. Dengan pengawasan, biarkan mereka mengenal gadget selama dua jam tersebut.

Pemakaian Gawai untuk Remaja

Tak bisa dipungkiri bahwa gawai sangat diperlukan bagi pelajar masa kini. Bukan hanya untuk selfie, ada banyak pengetahuan yang bisa didapatkan dengan memaksimalkan perangkat tersebut. Misal, mencari jawaban untuk tugas-tugas dari sekolah menggunakan mesin pencari Google.

Penelitian dari University of Oxford menyebutkan batasan yang jelas bagi remaja untuk menggunakan gawai, yaitu 4 jam 17 menit dalam sehari. Waktu itu dirasa cukup bagi mereka agar tetap melek teknologi, sekaligus bersosialisasi dengan teman-temannya. Tapi ingat, penelitian ini juga menyebutkan bahwa pemakaian di atas batas waktu tersebut bisa mengganggu kinerja otak anak muda.

Batasan Penggunaan Gawai untuk Dewasa

Lalu bagaimana dengan orang dewasa? Dengan kehidupan yang sudah mandiri, tak ada yang bisa membatasi mereka dalam menggunakan gawai. Perlu diingat bahwa kecanduan gadget itu sangat berbahaya, termasuk menimbulkan gangguan kesehatan mata. Mulai dari kerusakan retina, katarak, rusaknya siklus tidur alami, meningkatnya risiko kanker, ancaman depresi, hingga menjadi pecandu dunia siber yang rela memainkannya sampai 24 jam non-stop, atau baru berhenti ketika mengalami gejala mata lelah.

Ketika mata terasa kering, gatal, dan berair akibat terlalu lama menggunakan gawai, gunakan 1-2 tetes Braito Tears, 2-3 kali sehari pada kedua mata. Obat tetes mata ini mengandung Hydroxy Propyl Methyl Cellulose 0,3% bekerja sebagai pengganti air mata, menjaga kelembapan, sekaligus menyegarkan dan melumasi indera penglihatan. Tapi bila sakit mata terus mengganggu, segera periksakan ke dokter mata terdekat.

Untuk Sahabat Braito yang merasa telah menjadi pecandu dunia siber, ada empat cara untuk mengatasinya. Pertama, segera hindari baca berita perkembangan smartphone agar tidak terpancing membeli gadget terbaru. Kedua, pasang aplikasi yang sangat diperlukan saja. Ada baiknya menghilangkan aplikasi-aplikasi game mobile karena candu gawai bisa saja berasal dari sini.

Langkah selanjutnya, cobalah untuk meninggalkan gawai di lokasi yang berjauhan dengan Sahabat Braito agar kebiasaan mengutak-atik layar smartphone, ada atau tanpa ada notifikasi, jadi berkurang. Yang terakhir, matikan gadget saat bertemu dengan teman-teman atau orang lain. Abaikan segala notifikasi dan panggilan, balas ketika ada waktu untuk ‘menunjukkan’ bahwa smartphone adalah milik Sahabat Braito, dan bukan sebaliknya.



Hak Cipta : KapanLagi Network