08 Nov 2017

Memahami Lebih Dalam Prosedur Donor Mata

Enam jam setelah meninggal dunia, pihak Bank Mata akan melakukan operasi kecil untuk mengambil kornea saja.

Braito.co.id - Manusia diciptakan Tuhan sebagai makhluk sosial. Artinya, tanpa manusia lain, sangat mustahil seseorang bisa bertahan hidup di dunia ini. Contoh mudahnya, bandingkan rekan yang punya banyak teman dengan yang berusaha menutup diri, tanpa memiliki teman. Siapakah yang lebih bahagia? Sahabat Braito pasti bisa dengan mudah menemukannya.

Ada banyak cara untuk menolong orang lain. Mulai dari memberi sedekah, menuntun untuk menyeberangkan, atau memberi penghiburan untuk mereka yang sedang berbeban berat. Tapi ada satu tindakan terpuji yang masih sangat jarang dilakukan seseorang ke orang lain, yaitu memberikan penglihatannya kepada yang membutuhkan.

Memang, mata adalah jendela bagi manusia. Kalau sudah terbiasa hidup dengannya, mustahil berani menyerahkan penglihatannya pada orang lain. Namun ada beberapa orang yang mau berbagi mukjizat dengan orang lain, yaitu dengan mendonorkan, atau lebih tepatnya mewariskan, mata ketika mereka meninggal. Hitung-hitung mencari pahala sebagai bekal menuju surga.

Yang Diambil Hanya Kornea Saja

Mendonorkan mata bukan berarti memberikan seluruh bola mata kepada penerima donor. Dikutip dari laman doktersehat.com, ketika orang yang sudah bersedia mendonorkan matanya meninggal dunia, sang ahli waris wajib memberitahukannya kepada Bank Mata Indonesia. Enam jam setelah meninggal dunia, pihak Bank Mata akan melakukan operasi kecil untuk mengambil kornea saja, bukan bola mata secara keseluruhan. Prosesnya juga sangat cepat, hanya sekitar 15 menit saja.

Tak Semua Orang Bisa Jadi Pendonor Mata

Tidak semua orang bisa mendaftarkan dirina sebagai pendonor mata. Satu syarat yang mutlak adalah pendonor harus memiliki mata sehat, tanpa ada gangguan, terutama rabun jauh atau dekat.

Syarat-Syarat Untuk Jadi Pendonor Mata

Dikutip dari laman resmi Bank Mata Indonesia, berikut adalah syarat untuk Sahabar Braito yang punya hati mulia, rela memberikan kesempatan pada mereka yang kurang beruntung untuk melihat dunia.

1) Usia harus sudah berada di atas 17 tahun.

2) Ikhlas berdonor mata, tanpa ada paksaan dari pihak lain.

3) Diketahui dan disetujui oleh keluarga/ahli waris.

4) Memiliki kornea mata yang jernih.

5) Tidak menderita penyakit: Hepatitis, HIV, Tumor mata, Septikhemia, Sipilis, Glaukoma, Leukimia, serta tumor-tumor yang menyebar seperti: kanker payudara dan kanker leher rahim.

6) Penyebab dan waktu kematian diketahui.

Setelah kornea diambil, harus segera didonorkan kepada yang membutuhkan, setidaknya 2x24 jam untuk tingkat keberhasilan yang lebih baik. Bila tidak segera digunakan, supaya tetap awet, kornea akan didinginkan dengan gliserin anhidrat, ruang lembab, media kultur, McKaufmann medium, atau pengawetan krio.

Syarat Penerima Donor Mata

Untuk mendapatkan donor mata, seorang calon penerima harus memiliki kriteria sebagai berikut:

1) Letak kerusakan kornea dibagian tengah.

2) Tidak ada bentukan pembuluh darah.

3) Relatif dalam keadaan tenang.

4) Jaringan kornea yang keruh bebas dari perlekatan dengan jaringan lain di dalam bola mata.

5) Tekanan bola mata normal.

6) Kondisi air mata dan selaput lendir (konjungtiva) relatif normal.

Untuk mengetahui di mana bisa menjadi pendonor, atau calon penerima donor mata, serta berbagai informasi lengkapnya, kunjungi situs Bank Mata Indonesia. Yuk, berbagi keajaiban dengan mereka yang membutuhkan dengan menjadi pendonor mata.



Hak Cipta : KapanLagi Network