13 Sep 2017

5 Fakta Menarik di Balik Bedah Robotik Mata

Dengan mengandalkan kemampuan komputer, hasil yang didapatkan untuk bedah robotik mata ini bakal sangat maksimal.

Braito.co.id - Di zaman yang semakin maju, manusia kini semakin mengandalkan teknologi robot dalam melakukan berbagai hal. Tujuannya tentu saja untuk kesempurnaan dalam bekerja. Robot memiliki tingkat kesalahan yang sangat kecil dibandingkan seorang manusia. Mereka sudah memiliki pola kerja yang teratur untuk meminimalisir kegagalan.

Salah satu yang ditembus dunia robot adalah bedah mata. Saat ini sudah ada robot bedah yang khusus untuk menangani operasi indera penglihatan. Dengan mengandalkan kemampuan komputer, hasil yang didapatkan untuk bedah robotik mata ini bakal sangat maksimal, sekaligus untuk menurunkan komplikasi pasca operasi yang biasa didapatkan ketika melakukan operasi dengan tenaga manusia, Sahabat Braito.

Penasaran dengan teknologi bedah robotik mata ini? Berikut adalah lima fakta menarik di balik teknologi yang semakin memajukan kedokteran mata tersebut.

Berawal dari Bedah Jantung

Teknologi bedah robotik mata ini dikembangkan dari bedah robotik jantung dengan nama Minimal Invasif Cardio Artery Bypass (MIDCAB). Kemampuan ini terus berkembang dan memungkinkan robot untuk melakukan sayatan-sayatan kecil tanpa kesalahan.

Mulai Diperkenalkan di Indonesia

Bedah robotik di Indonesia dimulai tahun 2012 dan dipelopori oleh RS Bunda Jakarta. Rata-rata pasien ‘dokter robot’ ini adalah sekitar 50 pasien per tahun. Kini sudah ada sekitar ratusan pasien yang kembali sehat berkat teknologi bedah robotik mata tersebut.

Bekas Luka yang Lebih Kecil

Menurut Koordinator Advanced Robotic and Minimally Invasive Surgery, dr. Sita Ayu Arumi, SpOG, pembedahan dengan sistem robotik meninggalkan luka bekas operasi yang sangat kecil, hanya 1-2 cm saja. Selain itu, karena dilengkapi dengan kamera 3 dimensi, proses operasi jadi lebih mudah.

Pendarahan Lebih Sedikit

Dalam sebuah percobaan yang dikutip dari Live Science, pada bulan Mei lalu, bedah robotik mata berhasil meyakinkan dunia bahwa operasi yang dilakukan robot terbukti aman dan terbaik. Para relawan yang diuji mengalami pendarahan lebih sedikit dibandingkan yang dioperasi secara konvensional. Selain itu, kerusakan retina juga lebih minimal. Profesor oftalmologi dari Universtas Oxford, Robert E. MacLaren bahkan berai sesumbar, "Teknik ini merupakan impian operasi bedah mata di masa depan."

Tetap Dijalankan oleh Dokter Mata

Robot tanpa manusia, apalah gunanya? Begitu juga ketika menjalankan bedah robotik mata. Tenaga robot memang digunakan, namun yang menjalankan dan yang bertanggung jawab adalah dokter mata manusia. Robot itu dikendalikan oleh semacam tuas dan layar sentuh yang mengatur manuver robot.

Teknologi ini masih terus dikembangkan agar semakin sempurna demi menjawab tantangan masa depan. Mungkin suatu saat nanti, Sahabat Braito tak perlu khawatir ketika anak, cucu, atau diri sendiri mengalami sakit mata dan membutuhkan operasi. Memakai bantuan robot, operasi berjalan lancar, kembali sehat dengan risiko minimal.



Hak Cipta : KapanLagi Network