Mata Minus, Termasuk Sakit Mata atau Bukan?

By On Selasa, Mei 1st, 2018 Categories : Kesehatan Mata

Braito.co.id – Sahabat Braito pasti tidak asing dengan gangguan penglihatan mata minus. Dalam bahasa kedokteran, kelainan ini disebut sebagai myopia dan terjadi ketika seseorang tidak memiliki masalah saat melihat obyek dengan jarak yang dekat, tapi pandangannya jadi buram atau kabur ketika fokus untuk benda-benda dengan jarak yang jauh. Mata minus ini biasanya terjadi di usia yang masih muda. Kemudian terus meningkat, seiring dengan bertambahnya usia.

Gangguan ini terjadi sebagai akibat dari kesalah bias, di mana indera penglihatan tidak mampu membiaskan cahaya dengan sempurna ke titik fokus tunggal. Kalau pada mata normal jatuhnya bayangan pada retina di belakang mata, tapi untuk penderita mata minus, bayangan jatuh di depan retina, membuat benda-benda yang dekat terlihat jelas, dan yang jauh menjadi kabur.

Namun tidak semua orang setuju bahwa mata minus adalah sakit mata. Berikut adalah beberapa penyebab mata minus yang membuat orang-orang beranggapan bahwa mata minus adalah gangguan, bukan penyakit.

Faktor Genetik

Mata minus terjadi bukan diawali oleh virus. Orang yang memiliki mata minus memiliki peluang untuk mewariskan gangguan tersebut kepada anak-anaknya.

Faktor Kebiasaan

Mata minus juga bisa hadir karena kebiasaan yang membuat otot mata bekerja ekstra keras, dalam jangka waktu yang lama. Dari mata normal, kebiasaan melihat terlalu dekat tersebut kemudian mengubah penglihatan jadi mata minus.

Lalu, bagaimana seseorang tahu bawa dirinya, atau orang lain mengalami mata minus? Yuk, pelajari tanda-tanda seseorang mengalami gangguan penglihatan ini.

Keluhan Pandangan Buram atau Kabur

Ketika Sahabat Braito atau seseorang terlihat membutuhkan tenaga ekstra untuk fokus melihat benda-benda yang jauh, berarti itu adalah gejala dari mata minus. Biasanya mereka yang memiliki gangguan ini akan menyipitkan mata secara terus menerus, berusaha untuk mendapatkan gambaran yang jelas dari obyek yang dilihatnya.

Mengalami Sakit Kepala

Orang yang mengalami mata minus biasanya diawali dengan rasa pusing yang timbul gara-gara mata yang tegang secara berlebihan. Sakit kepala muncul karena darah yang tersumbat  dan tidak bisa mengalir dengan lancar ke bagian kepala.

Penglihatan Berkurang di Malam Hari

Orang yang memiliki mata minus sebaiknya tidak berkendara di malam hari, kecuali mengenakan alat bantu kacamata yang sesuai. Mereka biasanya akan kesulitan melihat jalanan yang gelap, serta kurang konsentrasi melihat lalu lintas di depannya.

Sering Berkedip

Karena pandangannya kabur, orang yang mengalami mata minus akan sering mengucek matanya dengan harapan bisa melihat dengan lebih jelas. Padahal hal tersebut tidak akan membantu, malah bisa membahayakan kesehatan mata karena adanya virus yang berpindah dari tangan ke mata, serta bisa menyebabkan kerusakan saraf pada mata.

Untuk mengobati mata minus ini dokter akan memberikan opsi atau pilihan. Sahabat Braito bisa memilih antara menggunakan kacamata atau lensa kontak, atau melakukan operasi mata (LASIK). Biasanya operasi bakal dilakukan bila tingkat gangguan mata minus sudah terlalu tinggi.

Sebelum mata minus datang menghampiri, milikilah kebiasaan hidup yang sehat dan tidak memberikan tekanan berlebih pada mata. Jangan membaca di tempat yang remang dengan jarak yang sangat dekat. Hindari kebiasaan menonton televisi, komputer, atau gadget dengan jarak yang terlalu dekat, rutin memberikan olahraga pada mata untuk menjaga elastisitas otot-otot mata, serta rajin mengonsumsi makanan yang mengandung nutrisi yang menyehatkan mata.

Terakhir, jangan lupa untuk beristirahat yang cukup supaya mata sehat, badan juga kuat.

Mata Minus, Termasuk Sakit Mata atau Bukan? | Admin | 4.5