28 Jul 2017

Viral! Ada "Laut Mati" di Nias Utara

Hal ini membuat siapa pun yang menceburkan diri akan langsung mengapung, tanpa susah-susah berenang.

Braito.co.id - Buat Sahabat Braito yang sampai sekarang tidak bisa berenang, disarankan untuk belajar di Laut Mati. Karena kadar garamnya yang tinggi, berapa pun berat seseorang, dia tidak akan tenggelam, atau mengapung di permukaan air, tanpa perlu berenang.

Sayangnya, Laut Mati ini letaknya berada di wilayah Israel dan Yordania. Duh, hanya karena ingin berenang apa harus menempuh perjalanan panjang ke sana?

Jangan khawatir karena ternyata di Indonesia pun juga ada perairan dengan karakter yang mirip dengan Laut Mati. Tempatnya berada di Pantai Tureloto, Desa Balefadorotuho, Kecamatan Lahewa, Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara. Lebih dekat ke sini daripada jauh-jauh ke Timur Tengah, bukan?

Bicara tentang laut mati di Nias Utara, laut di tempat ini juga mengandung kadar garam tinggi. Hal ini membuat siapa pun yang menceburkan diri akan langsung mengapung, tanpa susah-susah berenang. Dibungkus dengan pemandangan indah membuat liburan ke tempat ini tak hanya sekadar belajar renang, tapi juga merasakan suasana Nias yang asri.

Menariknya, kalau di Laut Mati tidak ada flora atau fauna laut, Pantai Tureloto ini masih dihuni ikan-ikan dan karang-karang yang indah di bawah air. Mungkin akan terasa aneh untuk orang yang pernah pergi ke Laut Mati di Timur Tengah.

Adanya kehidupan di dalam perairan Pantai Tureloto juga membuat para wisatawan bisa melakukan aktivitas diving atau scuba untuk menikmati pemandangan bawah laut. Airnya yang jernih membuat panorama dalam air begitu jelas terlihat.

Meski begitu, karena kadar garamnya yang tinggi, akan ‘sedikit’ fatal akibatnya kalau mata sampai kemasukan air. Bila tidak segera diobati, Sahabat Braito akan tersiksa dengan rasa perih pada indera penglihatan. Karena itu jangan sampai meninggalkan Braito Original Sekali Tetes.

Dengan ukuran praktis, yaitu 0,5ml, obat tetes mata ini mudah dibawa ke Pantai Tureloto. Sahabat bisa langsung menggunakannya, bahkan bisa pula dibagikan ke teman perjalanan jika ada pula yang mengalami iritasi mata serupa usai berenang. Dengan formula Tetrahydrozoline Hydrochloride 0,05%, Braito Original Sekali Tetes dapat membantu mengembalikan kondisi penglihatan seperti sedia kala. Gunakan 1-2 tetes, sebanyak 2-3 kali sehari pada bagian mata yang mengalami iritasi. Namun, jika sakit mata berlanjut, jangan segan untuk memeriksakannya ke dokter mata terdekat.

Puas menikmati alam bawah laut laut mati Pantai Tureloto, langsung sambung dengan kuliner dari bahan yang segar, langsung dari lautan. Untuk waktu terbaik mengunjungi Pantai Tureloto adalah antara Februari hingga September, di mana air laut begitu tenang dan matahari yang bersinar lembut, menghiasi langit yang biru. Jadi, sudah siap pergi ke sana, Sahabat Braito?



Hak Cipta : KapanLagi Network