27 Okt 2017

Uniknya Tembok Berlin di RPTRA Kalijodo, Ketahui Faktanya!

Kebetulan, seorang seniman Indonesia bernama Teguh Ostenrik memiliki empat segmen pecahan Tembok Berlin yang kini terpasang di RPTRA Kalijodo.

Braito.co.id - Kalijodo, sebuah kawasan PRTRA yang dulunya merupakan daerah kumuh. Di bawah kepemimpinan mantan Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama, Kalijodo disulap menjadi sebuah taman indah, sekaligus pusat kegiatan bagi anak-anak muda di sekitarnya.

Ada satu kejutan baru di RPTRA Kalijodo, yaitu empat potong dinding yang ternyata adalah bekas Tembok Berlin. Sebagai catatan, Tembok Berlin adalah sebuah catatan sejarah yang dulu memisahkan antara Jerman Timur dan Jerman Barat. Keruntuhannya sekaligus menjadi momen bersatunya Jerman.

Kebetulan, seorang seniman Indonesia bernama Teguh Ostenrik memiliki empat segmen pecahan Tembok Berlin yang kini terpasang di RPTRA Kalijodo yang diresmikan kedatangannya tanggal 3 Oktober lalu bersama 14 patung baja.

Berikut adalah fakta unik Tembok Berlin di RPTRA Kalijodo.

Didapatkan Secara Gratis

Apalah arti sebuah dinding? Ketika diminta oleh Teguh Ostenrik, empat tembok tersebut sama seperti dinding bangunan yang akan dirobohkan. Orang-orang Jerman sendiri lebih fokus pada unifikasi dua negara ketimbang berpikir mau diapakan tembok-tembok tersebut. Memanfaatkan momen bersejarah tersebut, Teguh kemudian memintanya kepada Jerman agar beberapa potongan dinding tersebut bisa menjadi miliknya.

Kena Ongkir Mahal

Walaupun didapatkan secara gratis, bukan berarti Teguh Ostenrik tidak mengeluarkan biaya apa pun. Untuk ongkos pengirimannya, Teguh harus menguras tabungan sebesar 18.000 Mark Jerman. Kalau dikonversikan dengan nilai mata uang terbaru, ongkos kirimnya adalah sebesar Rp. 145 jutaan. Wah, mahal juga untuk empat potong tembok, ya.

Sebagai Catatan Untuk Bangsa

Tembok Berlin menjadi saksi keangkuhan dan ambisi manusia yang memecah Jerman menjadi dua bagian, yaitu Jerman Timur dan Jerman Barat. Karena itulah Teguh membawanya pulang ke tanah air, supaya siapa pun yang melihatnya mengingat bahwa perpecahan tidak ada untungnya. Lebih baik bersatu dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Buat yang penasaran dengan saksi sejarah kelam bangsa Jerman ini, segera kunjungi RPTRA Kalijodo agar bisa melihatnya dengan lebih dekat. Jangan lupa untuk selalu membawa Braito Original Sekali Pakai bersama Sahabat Braito. Udara panas Jakarta yang bercampur debu dan polusi kendaraan bisa menyebabkan iritasi mata ringan.

Bila gejala sakit mata, seperti mata merah, mata perih, atau mata gatal mengganggu liburanmu ke RPTRA Kalijodo, segera gunakan 1-2 tetes Braito Original Sekali Pakai, 2-3 kali sehari. Formula Tetrahydrozoline Hydrochloride 0,05% bekerja cepat atasi dan redakan iritasi mata ringan. Jangan lupa bagikan kepada teman yang juga mengalami sakit mata. Bila sakit mata berlanjut, segera hubungi dokter mata untuk mendapatkan perawatan yang lebih baik dan lengkap.



Hak Cipta : KapanLagi Network