27 Jun 2017

Suguhan Panorama Berbeda Saat Coba Paralayang di Majalengka

Dengan ketinggian sekitar 300 meter di atas permukaan laut, sangat potensial untuk dijadikan tempat wisata untuk terbang bersama paralayang.

Braito.co.id - Alam Indonesia yang bergunung-gunung memungkinan penduduknya terbang bersama awan. Kok bisa? Tentu saja bukan terbang seperti Superman, melainkan menggunakan alat bantu parasut untuk berolahraga paralayang.

Selain buat olahraga, paralayang kini juga menjadi salah satu bisnis pariwisata. Dengan banyaknya gunung dan bukit di negara ini, mereka yang sudah piawai mengendalikan paralayang bisa mengajak para wisatawan untuk terbang bersama mereka. Sudah ada banyak lokasi penerbangan paralayang di berbagai penjuru nusantara. Salah satunya adalah di Majalengka, Jawa Barat.

lokasi dari spot paralayang ini adalah di Kelurahan Munjul, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka. Nama tempatnya adalah Gunung Paten. Dengan ketinggian sekitar 300 meter di atas permukaan laut, sangat potensial untuk dijadikan tempat wisata untuk terbang bersama paralayang.

Begitu parasut terkembang dan angin membawa sang penumpang menjulang, terlihatlah keindahan alam yang memesona. Gunung Ciremai terlihat dekat dan bersahabat, ditemani dengan sawah yang membentang sepanjang mata, serta bangunan-bangunan Kota Majalengka. Sebuah pengalaman yang tentu sangat berbeda dibandingkan dengan paralayang-paralayang lainnya yang ada di Indonesia.

Meski pemandangan indah membentang di bawah, Sahabat Braito tetap harus berhati-hati karena hembusan angin yang kencang dan mengenai indera penglihatan bisa mengakibatkan iritasi mata. Bakal susah kalau tidak pakai pelindung mata.

Untuk itu, bawa selalu Braito Original Sekali Pakai, obat tetes mata yang steril dan praktis dengan kemasan 0,5ml sekali pakai. Begitu mengalami gejala sakit mata yang disebabkan oleh debu, asap, polusi, dan lain sebagainya. Formula Tetrahydrozoline Hydrochloride akan membantu meredakan iritasi mata ringan. Bila dalam penggunaan beberapa hari iritasi tak kunjung sembuh, segera kunjungi dokter mata untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Paralayang Gunung Paten sendiri sudah dimulai sejak tahun 2010. Namun baru dalam beberapa waktu terakhir spot ini ramai diserbu wisatawan. Mungkin karena semakin banyaknya informasi tentang pengalaman tak terlupakan saat mencoba paralayang di Majalengka ini, semakin banyak pula orang yang penasaran dan ingin mencobanya.

Ingin main paralayang tapi cuma bisa menerbangkan layang-layang? Jangan takut, sudah ada para instruktur paralayang dengan jam terbang tinggi yang akan mengantar wisatawan untuk terbang.

Yuk, jadikan paralayang Gunung Paten ini menjadi salah satu agenda liburan di bulan puasa. Agar Ramadan tahun ini memiliki pengalaman tersendiri dan tak terlupakan.



Hak Cipta : KapanLagi Network