29 Jul 2017

Mengenal Masako Wakamiya, Nenek Pembuat Game "Hinadan" untuk iOS

Ia membuat aplikasi dengan konten yang sangat ia kuasai, yaitu budaya Jepang.

Braito.co.id - Kreativitas itu tak mengenal batas. Itulah yang mungkin ada di benak seorang nenek dari Jepang bernama Masako Wakamiya. Bayangkan, ketika dunia smartphone dipenuhi developer aplikasi berusia muda, wanita berusia 81 tahun ini tak mau kalah dengan mereka. Wakamiya pun membuat dan merilis aplikasi smartphone untuk iOS, Hinadan, sekaligus menjadikannya sebagai developer game paling uzur di dunia teknologi.

Dengan modal seadanya dan usia yang tak lagi muda, memang bukan waktunya untuk menciptakan game keren dengan visual menarik ala raksasa developer game mobile masa kini. Ia membuat aplikasi dengan konten yang sangat ia kuasai, yaitu budaya Jepang. Ya, Hinadan adalah permainan yang mengajak para pemain menempatkan 12 boneka Jepang di posisi masing-masing dalam empat tingkatan.

Uniknya, ketika salah menempatkan boneka, pemain akan disoraki sehingga akan sedikit bikin tersipu malu. Kalau benar, muncullah suara drum Jepang yang bikin tambah semangat menyelesaikan game ini.

© YouTube

Alasan Masako Wakamiya menciptakan aplikasi Hinadan ini sungguh mulia. Di usianya yang senja, ia ingin memberikan lebih kepada negara. Dirinya berharap game ini akan membuat para pengguna gadget tahu dan menghargai tradisi kuno bagi kaum wanita Jepang, yaitu Hinamatsuri, atau Hari Perempuan, yang diperingati setiap 3 Maret.

Game mobile ini cukup menarik untuk dimainkan. Saking asyiknya, kadang bisa bikin lupa waktu hingga membuat mata kering dan terasa lelah. Bila gejala ini menyerang, segera gunakan 1-2 tetes Braito Tears, 2-3 kali sehari pada kedua mata. Formula Hydroxy Propyl Methyl Cellulose 0,3% membantu melumasi dan melembapkan bola mata, agar siap untuk kembali diajak bermain Hinadan. Namun bila rasa sakit berlanjut, segera hubungi dokter mata untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

Di sisi lain, ada yang menarik di balik usaha Wakamiya menciptakan Hinadan. Baginya, umur hanyalah angka. Tak ada kata terlambat untuk memelajari sesuatu. Karena itulah, di usia ke-60 ia belajar menggunakan komputer. 20 tahun lamanya ia memperdalam ilmu coding, yang tampaknya menjadi hobi baru baginya setelah sebelumnya hanya berkutat di dunia perbankan selama 43 tahun.

Tak ada kata minder. Ia pun membeli perangkat komputer dan tidak buang-buang waktu untuk mengejar ketertinggalannya. Sebuah komunitas komputer pun diikutinya sehingga Wakamiya semakin dekat dengan dunia teknologi.

Jadi, jangan lagi memandang sebelah mata kemampuan komputer orang yang sudah berusia lanjut sekalipun. Sebab, bisa jadi, orang tersebut ternyata punya kemampuan lebih tinggi, seperti Masako Wakamiya.



Hak Cipta : KapanLagi Network