26 Okt 2017

Lewat Tinjauan Sains, Begini Efek Uji Coba Bom Nuklir Korut

Meski begitu, tetap saja ada negara yang membandel, mempersiapkan diri dengan bom-bom berkekuatan tinggi sebagai senjata pelindung.

Braito.co.id - Setelah tragedi bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, semua negara di dunia sepakat bahwa kekuatan maha dahsyat ini tidak boleh digunakan untuk berperang. Dampaknya sangat luar biasa, baik kepada manusia ataupun alam sekitarnya. Selain menimbulkan korban jiwa, reaksi kimia yang dihasilkan bom tersebut akan membuat tanah di sekitarnya dalam radius berkilo-kilometer mengalami radiasi yang sangat buruk pengaruhnya bagi kesehatan manusia.

Meski begitu, tetap saja ada negara yang membandel, mempersiapkan diri dengan bom-bom berkekuatan tinggi sebagai senjata pelindung, sekaligus pengancam musuh yang menyerang. Salah satunya adalah Korea Utara, negara yang kini jadi sorotan dunia karena berani melakukan perlawanan terhadap Amerika Serikat. Untuk unjuk kekuatan, beberapa kali mereka melakukan uji coba bom hidrogen yang bikin dunia merinding.

Berdasarkan pantauan Badan Tenagan Nuklir Nasional, bom nuklir yang dimiliki oleh Korea Utara termasuk sebagai bom canggih dengan efek ledakan yang luar biasa, Sahabat Braito. Banyak pihak menyebutkan bahwa bom tersebut delapan kali lebih dahsyat dibandingkan bom atom Hiroshima dan Nagasaki. Bila benar-benar diluncurkan untuk menyerang sebuah kawasan, bisa dibayangkan dampaknya yang akan sangat merusak kehidupan di planet Bumi ini.

Berdasarkan penuturan Kepala BATAN, Djarot Sulistio Wisnubroto, Korea Utara tergolong unggul dalam mengembangkan nuklir karena tidak semua negara bisa mengembangkan bom hidrogen. Patut dicatat, Bom hidrogen daya ledak dan musnahnya lebih kuat dibanding bom atom dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi.

Korea Utara sendiri adalah negara yang terisolir dengan kemajuan teknologi yang sangat minim. Kemampuan mereka dalam mengembangkan bom hidrogen ini patut mendapat decak kagum, meski tidak layak untuk dipuji karena menjadi teror bagi dunia.

Teror tersebut tidak hanya dalam bentuk ledakan. Uji coba yang dilakukan Korea Utara tanggal 3 September 2017 siang menimbulkan gempa yang terasa sampai Sumatera, bahkan terpantau oleh BMKG. Dalam laporannya, BMKG mendeteksi adanya gempa dengan kekuatan 6,2 Skala Richter yang berpusat di koordinat 41,29 LU dan 128,94 dengan kedalaman 1 km tepatnya di wilayah Negara Korea Utara. Guncangan ini diperkirakan dapat menimbulkan kerusakan ringan pada bangunan tembok sederhana di lokasi-lokasi yang dekat dengan ledakan.

Saat ini dilaporkan bahwa Korea Utara sedang mengarahkan rudal berkekuatan nuklirnya ke wilayah Pasifik. Belum diketahui sasaran mana yang akan dituju, namun yang pasti bakal ada dampak kerusakan alam yang luar biasa kalau Kim Jong Un nekat melakukan uji coba lagi.

Kalau bicara soal prediksi efek uji coba bom hidrogen Korea Utara, mari menengok sejarah, ketika AS melakukan uji coba bertajuk Castle Bravo. Sebuah bom dengan kekuatan 1.000 kali lebih kuat dari bom atom Hiroshima diledakkan di Bikini Atoll, Kepulauan Marshall. Selain menimbulkan awan cendawan dengan cahaya yang menyilaukan mata, sekitar 200 miliar ton terumbu karang Bikini Atoll musnah. Selain itu, residunya sebagian besar menjadi partikel radioaktif menyebar ke seluruh dunia. Ditambah lagi, ledakan tersebut menimbulkan kawah sedalam 76 meter dengan lebar 1,6 kilometer.

Entah berapa banyak alam yang rusak lagi bila Korea Utara kembali melakukan uji cobanya. Maka dari itu, mari berharap bersama agar dunia tetap damai. Sebab, bagaimanapun juga tak ada yang berharap perang dunia bakal terulang, bukan?



Hak Cipta : KapanLagi Network