16 Des 2017

Kadang Tak Fungsi, Ini Fakta Penting Seputar 'Airbag' Mobil

Karena tidak ada orang yang ingin menabrakkan diri, sulit untuk menjawab rasa penasaran, apakah airbag berfungsi atau tidak.

Braito.co.id - Ada satu sudut di dasbor mobil yang teronggok diam, seperti burung pungguk merindukan bulan. Tak seperti panel-panel lainnya, kompartemen ini seperti tidak ada gunanya, dengan tulisan Airbag pada salah satu sisinya.

Memang, airbag hanya dirancang untuk berfungsi ketika tabrakan terjadi. Karena tidak ada orang yang ingin menabrakkan diri, sulit untuk menjawab rasa penasaran, apakah airbag berfungsi atau tidak. Apalagi ketika ingin memulai road-trip ke tempat yang jauh.

Terlepas dari dilema tersebut, Sahabat Braito harus tahu apa dan bagaimana fungsinya. Berikut adalah beberapa fakta penting seputar airbag mobil.

Perlindungan Terhadap Benturan

Airbag dirancang untuk mengembang ketika terjadi benturan keras, atau kecelakaan. Benda ini dibuat untuk melindungi kepala, leher, dan dada. Kamu bisa menemukan kompartemennya di bagian lingkar kemudi untuk sopir, sementara airbag bagi penumpang sebelahnya terdapat di dasbor.

Apa Syarat Airbag Mengembang?

Menurut Department Technical Service Division PT Toyota Astra Motor (TAM), Iwan Abdurahman, beda mobil, beda pula syarat agar sebuah airbag mengembang ketika terjadi benturan. Hal ini dilihat dari kecepatan, jenis benda yang ditabrak, serta sudut tabrakan.

“Apabila kita menabrak saat kondisi miring, dibutuhkan kecepatan yang lebih tinggi dibandingkan tabrakan frontal,” jelasnya kepada Liputan6.com.

Baru Mengembang Ketika Sensor Sudah Yakin Terjadi Tabrakan

Airbag punya dua sensor, di sekitar headlamp untuk mendeteksi tabrakan arah depan, dan di kabin. Sensor-sensor tersebut harus merasakan getaran yang kuat untuk melepaskan airbag. Tujuannya, supaya ‘letusan’ airbag tak terjadi ketika mobil menabrak dengan kecepatan rendah. Bayangkan, betapa repotnya bila airbag mengembang hanya karena serempetan kecil.

Apa saja kejadian yang membuat airbag tidak berfungsi?

1) Ketika menabrak benda bisa bergeser sehingga getaran dan energi kurang kuat untuk ‘meyakinkan’ sensor airbag.

2) Saat menabrak tiang, tepat di bagian tengah mobil karena letak sensor depan berada di sisi kanan dan kiri.

3) Tabrakan depan dengan sudut di atas 30 derajat tidak akan membuat airbag mengembang. Pada kecelakaan ini, kebanyakan mobil akan tetap berjalan setelah benturan. Kalau airbag mengembang dikhawatirkan justru membuat pengendara kehilangan kendali mobilnya.

4) Saat ditabrak dari belakang. Pertimbangannya, tubuh tidak terhempas ke depan, melainkan terjerembab ke belakang sehingga sangat minim terjadi benturan ke dasbor.

Sesuai penjelasan di atas, Sahabat Braito tak perlu lagi khawatir untuk memulai road-trip karena airbag akan berfungsi bila terjadi benturan sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku. Selain itu, untuk menjaga agar perjalanan tetap nyaman, tanpa harus mengaktifkan airbag akibat kecelakaan, miliki kesehatan mata yang prima.

Bawa selalu Braito Original Sekali Pakai untuk menemani perjalanan jauh Sahabat Braito. Obat tetes mata dengan kemasan praktis  0,5ml ini bekerja efektif meredakan gangguan mata pedih dan mata merah akibat iritasi ringan. Selain itu, tetes mata ini mudah dibagikan ke teman-teman yang membutuhkan saat traveling.

Bila iritasi mata akibat debu, panas matahari, dan asap kendaraan mengganggu saat berkendara, buka wadah kecilnya, gunakan 1-2 tetes Braito Original Sekali Pakai, 2-3 kali sehari pada bagian mata yang teriritasi. Formula Tetrahydrozoline Hydrochloride 0,05% akan membantu meredakan mata merah, sekaligus mengembalikan kesegaran penglihatan. Tapi bila sakit masih terus terasa, segera kunjungi dokter mata terdekat untuk penanganan lebih lanjut.



Hak Cipta : KapanLagi Network