30 Mei 2017

Kabar Gembira, Baterai iPhone Bakal Bisa Diisi Via Wi-Fi

Manufaktur iPhone tersebut sudah menemukan cara untuk mengisi ulang baterai dengan menggunakan koneksi Wi-Fi.

Braito.co.id - Apple dikenal sebagai pelopor dalam dunia teknologi. Apa pun yang diciptakan atau dikembangkan olehnya pasti langsung nge-hits dan laku berat di pasaran. Tak heran, sejak pertama kali didirikan oleh Steve Jobs, Apple memang berfokus pada kualitas, bukan kuantitas.

Selain itu, mereka juga terus mengembangkan teknologi sampai ke batas yang sangat tinggi. Sepertinya tim teknisi di perusahaan berlogo apel ini memberikan ruang yang sangat luas kepada para teknisi dan desainer mereka. Setiap penemuan terbaru kemudian didaftarkan patennya agar hak penemuan tersebut tetap menjadi milik Apple dan tidak akan dilanggar oleh pihak lain.

Salah satu paten terbaru yang didaftarkan oleh Apple adalah metode pengisian ulang baterai. Kalau biasanya memakai colokan listrik dan charger, manufaktur iPhone tersebut sudah menemukan cara untuk mengisi ulang baterai dengan menggunakan koneksi Wi-Fi.

Apple mematenkan teknologi isi ulang baterai baru. Dengan teknologi ini, bisa saja baterai iPhone di masa depan bisa diisi ulang lewat koneksi Wi-Fi. Iya, betul, Sahabat Braito. Sinyal Wi-Fi yang biasanya digunakan untuk ber-internet ramai-ramai dengan teman-teman ternyata juga bisa difungsikan untuk mengisi ulang baterai smartphone, lho. Tak perlu lagi khawatir kehabisan energi karena sumber tenaga terus terisi ulang.

Tapi hati-hati, kalau sampai lupa waktu, chatting atau ber-gaming ria karena baterai lama habisnya bisa menimbulkan gangguan kesehatan mata. Pendaran cahaya yang terus-terusan ditangkap oleh organ mata akan membuatnya merasa lelah, yang kemudian dibarengi dengan penyakit mata merah, mata perih, atau mata berair.

Jangan biarkan mata terganggu saat sedang asyik memegang gawai. Segera gunakan 1-2 tetes mata Braito Original, dengan dosis 2-3 kali sehari. Formula Tetrahydrozoline Hydrochloride membantu meredakan mata merah karena iritasi mata akibat radiasi sinar gadget. Namun bila sakit mata dirasa semakin parah, segera periksakan ke dokter mata untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

Kembali ke konsep teknologi “Wi-Fi charging,” dokumen patennya memiliki judul, "Wireless Charging and Communications Systems with Dual-Frequency Patch Antennas." Dengan kemampuan ini, baterai bisa diisi ulang dengan menggunakan router Wi-Fi rumahan, kafe, hingga satelit.

Pasti Sahabat Braito terheran-heran, bagaimana cara Apple mengubah sinyal Wi-Fi jadi tenaga listrik dan mengisi daya baterai.

Rahasianya ada pada penggunaan antena dan sirkuit khusus yang mampu meningkatkan kekuatan sinyal tanpa kabel, kemudian diterima oleh antena. Sinyal tersebut lalu diubah menjadi tenaga listrik dan diisikan ke baterai.

Antena diubah menjadi ‘pistol’ yang menembakkan sinyal secara langsung ke gawai komunikasi genggam yang terhubung pada router. Proses ini disebut sebagai beamforming dan sudah dipakai di router Apple Airport.

Sayangnya, teknologi ini masih sekadar paten. Namun saat diwujud-nyatakan di masa mendatang, “Wi-Fi charging” ini akan menjadi harta karun bagi Apple. Permintaan lisensi paten untuk teknologi tersebut akan berdatangan, seiring dengan digunakannya teknologi ini pada smartphone-smartphone, dan akan semakin menggelembungkan pundi-pundi tabungan Apple.



Hak Cipta : KapanLagi Network