25 Jun 2017

Fakta Unik Bunga Rafflesia, Bukan Raffles Penemu Pertamanya

Ternyata ada fakta menarik dari Rafflesia arnoldii yang mematahkan mitos yang selama ini diyakini.

Braito.co.id - Biasanya, manusia bakal berhamburan kalau mencium bau bangkai. Tapi ternyata ada lho bangkai yang bisa bikin seseorang penasaran. Dia adalah bunga bangkai, atau yang sudah sering didengar dengan nama Rafflesia arnoldii, bunga bangkai yang katanya merupakan bunga terbesar di dunia dan hanya ditemukan di daerah hutan hujan tropis Asia Tenggara.

Karena namanya yang unik serta ukurannya yang masif, tak heran kalau Rafflesia dikejar banyak orang, terutama para pecinta flora dari luar negeri. Mereka rela merogoh kocek dalam-dalam, menembus hutan belantara Indonesia demi bertemu dengan bunga besar berwarna merah ini.

Ternyata ada fakta menarik dari Rafflesia arnoldii. Salah satunya mematahkan mitos dan pengertian dari apa yang selama ini dipahami manusia tentang bunga ini. Apakah itu?

Dinamakan Rafflesia, Tapi Bukan Raffles Penemunya

Nama Rafflesia diambil dari seorang Gubernur-Letnan Hindia Belanda bernama Sir Thomas Stamford Raffles. Pria ini tak hanya berkecimpung di dunia politik, tapi juga suka berpetualang. Dia membuat tim yang ditugaskan untuk menemukan berbagai macam flora dan fauna di Indonesia.

Salah satu anak buahnya adalah Dr. James Arnold dan dialah penemu sebenarnya dari bunga bangkai ini. Namun untuk menghormati sang pimpinan tim dan penemu, digabungkanlah nama keduanya menjadi satu untuk julukan bunga raksasa tersebut, yaitu Rafflesia arnoldii.

Baunya Busuk Malah Bikin Penasaran

Rafflesia arnoldii termasuk sebagai jenis bunga bangkai. Hanya saja karena ukurannya yang besar, varian ini pun jadi lebih dikenal dunia. Uniknya, para turis sangat menanti bunga ini saat mekar. Padahal baunya sangat tidak sedap, seperti daging yang membusuk.

Bukan Cuma Sumatera

Dr. James Arnold dan Sir Raffles memang menemukan bunga ini di Sumatera, namun sebenarnya Rafflesia arnoldii ini tumbuh merata di hutan hujan tropis. Sahabat Braito juga bisa menemukannya di hutan-hutan Jawa dan Kalimantan. Jadi tak perlu jauh-jauh ke Sumatera untuk menemukannya.

Busuk Karena Ada Tujuannya

Bunga Raffles mengeluarkan bau busuk bukan untuk mengusir orang-orang yang mendekat dan penasaran dengan bunga raksasa tersebut. Hal ini adalah sebuah proses adaptasi sang bunga terhadap alam. Aroma busuk dikeluarkan untuk mengundang lalat. Tujuannya supaya membantu penyerbukan bunga.

Hanya Mekar Beberapa Hari Saja

Bunga Rafflesia ini sangat unik. Dia membutuhkan waktu setahun untuk tumbuh. Tapi ketika mekar cuma bertahan 1 sampai 5 hari saja. Duh, kalau sudah jauh-jauh datang kemudian telat lihat mekarnya bunga ini pasti rasanya ingin banting hape.

Siap berpetualang di hutan belantara untuk menemukan bunga Rafflesia arnoldii yang sangat unik ini? Karena habitatnya yang tidak biasa, sebaiknya lakukan persiapan matang sebelum berangkat. Termasuk membawa serta obat tetes mata supaya bisa menikmati keindahan Rafflesia dengan sempurna, tanpa gangguan sakit mata.

Selamat menjelajahi rimba Indonesia untuk menemukan Rafflesia arnoldii!



Hak Cipta : KapanLagi Network