30 Jul 2017

Fakta Penting Dermal Abyss, Tinta Tato Berisi Sensor Biologis

Sekelompok peneliti berhasil mengembangkan tinta yang bisa berubah warna berdasarkan kadar gula darah.

Braito.co.id - Dunia berputar begitu cepat. Meski sudah sulit untuk menciptakan penemuan baru, tapi manusia tetap setia berinovasi, memperbarui temuan-temuan yang sudah ada, mengembangkan, dan melengkapinya dengan teknologi yang lebih canggih.

Salah satu hasil inovasi terbaru adalah dari dunia rajah. Selama ini tato tubuh atau rajah identik dengan hal-hal negatif. Pemilik tato sering dikategorikan sebagai orang yang suka melanggar hukum dan berbuat kejahatan.

Sebenarnya hal tersebut hanya stereotip saja. Sahabat Braito tak akan bicara tentang orang jahat bila melihat tato yang dimiliki oleh David Beckham atau Lionel Messi. Keduanya adalah orang populer, dicintai orang sedunia karena permainan bola mereka yang aduhai.

Nah, sekarang ada satu lagi alasan untuk tak lagi menghubungkan tato dengan kejahatan. Baru-baru ini ditemukan teknologi tato khusus untuk para penderita diabetes. Sekelompok peneliti berhasil mengembangkan tinta yang bisa berubah warna berdasarkan kadar gula darah. Tato tersebut merupakan hasil proyek Dermal Abyss yang merupakan hasil proyek gabungan antara Harvard dan MIT.

Lewat situs resmi Dermal Abyss, disebutkan bahwa saat ini para penderita diabetes hanya punya satu cara untuk memonitor kadar glukosa mereka, yaitu dengan cara menusuk kulit, 3 sampai 10 kali sehari. Dengan penemuan baru ini diharapkan tak ada lagi hari-hari dengan tusukan-tusukan yang nyeri karena deteksi kadar gula darah dilakukan hanya dengan melihat tato.

Dalam prosesnya, warna tato akan berubah dari merah muda (pink) ke ungu berdasarkan kadar glukosa. Dengan perubahan warna tato, seorang penderita diabetes akan mengetahui saat yang tepat baginya untuk memakai suntik insulin.

Tinta tato Dermal Abyss berisi sensor biologis. Biosensor yang ada di dalam tubuh itu kemudian akan bekerja memantau dan memberikan respon bila terjadi perubahan pada cairan interstisial, yang melingkupi jaringan sel dalam tubuh.

Biosensor canggih tersebut bisa mengukur keasaman melalui kadar pH, dan juga kadar sodium dan glukosa. Kalau suatu saat kadar ketiganya mengalami peningkatan, warna tinta juga akan ikut berubah.

Sayangnya, bagi para penggemar tato dan penderita diabetes, tato ini masih dalam tahap penelitian. Mungkin akan butuh waktu lama sebelum dijadikan sebagai produk siap pakai. Tapi yang pasti, memeriksa kadar gula dalam darah kini punya cara yang mengasyikkan, yaitu dengan melihat tato. Menarik, bukan?

 



Hak Cipta : KapanLagi Network