25 Nov 2017

Banyak Terdengar, Apa Sebenarnya Makna Startup Unicorn?

Mereka adalah perusahaan yang memiliki valuasi senilai 1 miliar dolar Amerika (atau sekitar Rp13 triliun) atau lebih.

Braito.co.id - Apa itu startup ‘Unicorn’? Apakah itu sebuah startup untuk aplikasi kuda bertanduk?

Di zaman yang serba maju, semua orang bisa jadi pengusaha. Tak menutup kemungkinan, kaum muda pun juga bisa, tanpa harus menunggu ijazah kuliah. Dalam dunia digital, mereka yang mendirikan perusahaan dengan modal kecil akan disebut startup. Lewat pengorbanan berjam-jam, ada startup yang hancur dan gagal. Sementara itu, ada juga yang sukses meraih popularitas dan mampu bersaing dengan perusahaan papan atas.

Berdasarkan keuntungan yang didapat, muncullah istilah ‘Startup Unicorn.’ Mereka adalah perusahaan yang memiliki valuasi senilai 1 miliar dolar Amerika (atau sekitar Rp13 triliun) atau lebih. Berdasarkan data yang dirilis Venture Beat, ada 229 Startup Unicorn dari berbagai belahan dunia. Ada yang dari Amerika Serikat, Tiongkok, Jerman, Inggris, Kanada, India, sampai sang tetangga, Singapura. Bidang startup-nya pun bervariasi, mulai dari game mobile, ritel, pemasaran, pelayanan, dan keuangan.

Siapakah para Startup Unicorn tersebut?

Uber

Berdasarkan data dari CB Insights, Uber adalah Startup Unicorn urutan pertama dengan nilai valuasi sebesar 51 miliar dolar AS. Meski kadang ada kontroversi yang menghinggapi, Uber tetap melaju tanpa pesaing di dunia transportasi online.

Xiaomi

Siapa sangka, produsen smartphone asal Tiongkok yang populer di Indonesia ini mengawali semuanya dari nol. Menjual perangkat tanpa memedulikan keuntungan besar sejak 2010, Xiaomi akhirnya berkembang hingga sekarang nilai valuasinya mencapai 46 miliar dolar AS.

Airbnb

Aplikasi asal negeri Paman Sam yang melayani pemesanan penginapan ini ternyata muncul di saat yang tepat, di mana pariwisata sedang booming. Berdiri sejak 2008, kini Airbnb menikmati kesuksesannya dengan menjadi salah satu Unicorn yang memiliki nilai 25,5 miliar dolar AS.

Go-Jek

Dari Indonesia, ada aplikasi ojek online yang terus berkembang, mulai dari mengantar penumpang, terima pesanan makanan, sampai jadi petugas kebersihan. Dialah Go-Jek, aplikasi bikinan Nadiem Makarim ini didirikan tahun 2011. Hingga sekarang, Go-Jek mengalami penolakan di beberapa kota besar di Indonesia, tapi mereka maju terus. Tahun 2016 lalu diperkirakan nilai valuasinya mencapai 1,3 miliar dolar AS.

Tokopedia

Tokopedia adalah aplikasi belanja online yang didirikan oleh William Tanuwijaya dan Leontinus Alpha Edision pada tahun 2009. Beruntung, tren belanja lewat smartphone kala itu terus menanjak. Dengan mengajak ribuan pedagang Indonesia dan memasukkannya dalam satu situs, Tokopedia mampu mencatat transaksi yang sangat besar.

Di tahun 2017, Tokopedia terus membumbung tinggi usai mendapatkan suntikan dana 1,1 miliar dolar AS dari Alibaba, milik Jack Ma. Bisa dipastikan, dengan modal selangit, Tokopedia bakal semakin hebat dalam membuktikan dirinya sebagai ‘Startup Unicorn.’

Bila dilihat dari tahun berdiri, butuh sekitar satu dekade bagi sebuah aplikasi startup untuk menjadi Unicorn. Tentunya mereka telah mengalami yang namanya pasang dan surut sebuah bisnis. Terjatuh adalah hal yang biasa, namun bangkit berdiri dan meraih kesuksesan adalah luar biasa.

Ingin memiliki startup seperti mereka? Kuncinya  adalah sabar ketika berada di bawah, dan tekun mengembangkan bisnismu. Terus berinovasi dan jangan buang ide gila karena mungkin bisa jadi sebuah senjata untuk meraih kesuksesan di masa depan.



Hak Cipta : KapanLagi Network